Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah ini merupakan kota yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam pembangunan sebagai upaya mewujudkan visi kota jasa terkemuka. Tumbuh dan berkembangannya ekonomi masyarakat dapat ditandai dengan arus urbanisasi penduduk diwilayah sekitar jawa tengah dan dari kota lain yang relatif tinggi ke kota yang terkenal dengan makanan wingko babatnya ini. Semarang memang menjanjikan sebagai metro baru Indonesia dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Satu persatu unit bisnis tumbuh dan berkembang di kota ini, tercatat dalam kurun waktu satu tahun, terdapat dua pusat perbelanjaan besar dibangun dan banyak menyerap tenaga kerja yang berarti pula meningkatkan minat masyarakat luar untuk bekerja di kota ini.
Namun seiring dengan itu, penambahan jumlah penduduk sebagai konsekuensi tumbuh kembangnya bisnis diwilayah ini memberikan dampak yang cukup berarti dalam kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan, semarang berubah dari kota lenggang menjadi kota yang cukup ramai, dibeberapa titik jalan saat ini kerap dijumpai kemacetan, terutama pada jam – jam berangkat kerja dan pulang kerja, tingkat polusi udara relatif meningkat meskipun belum sebesar kota – kota besar lainnya seperti jakarta dan surabaya, belum lagi masalah banjir / rob yang kerap melanda dan menambah daftar permasalahan. Semua hal ini cukup menggambarkan beragam masalah lingkungan yang dihadapi oleh kota yang telah berusia 463 tahun ini.
Mungkin beragam masalah tersebut diatas menjadi inspirasi bagi sekelompok masyarakat untuk terlibat dalam upaya menyelesaikan permasalahan melalui kegiatan pelestarian lingkungan. Semua tersadar dengan meningkatnya aktivitas masyarakat kota dengan segala konsekuensinya itu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap lingkungan.
Bersepeda menjadi pilihan dalam upaya tersebut. Akhirnya munculah beberapa kelompok masyarakat yang memilih sepeda sebagai kendaraannya menuju ketempat beraktivitas, baik bekerja maupun bersekolah dengan begini diharapakan akan dapat mereduksi tingkat polusi yang berasal dari kendaraan bermotor.
Berbicara mengenai sepeda, Semarang rupanya memiliki sejarah yang cukup panjang dengan sepeda. Menurut beberapa referensi, sekitar awal tahun 1990an, di Semarang tercatat memiliki sekitar 8.000 orang penggemar sepeda yang tersebar kedalam 40 klub sepeda, meskipun pada saat itu belum sampai pada tataran isu pelestarian lingkungan.
Keadaan tersebut menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat Semarang memandang kegiatan bersepeda bukan lagi sebagai bentuk olah raga semata, namun lebih kepada budaya, hobi dan kegemaran, sehingga bukanlah perkara yang terlalu sulit untuk memulai kampanye bersepeda dewasa ini.
Adalah Bike To Work ( B2W ) Semarang, salah satu komunitas pekerja bersepeda di kota Semarang ikut mengambil peranan dalam upaya pelestarian lingkungan dan kampanye hidup sehat. Sebagai bagian dari Bike To Work Indonesia di Jakarta, B2W Semarang juga berupaya mewujudkan visi terciptanya kualitas hidup lebih baik dengan bersepeda. Untuk mewujudkan hal itu, dimulailah kampanye bersepeda dengan menggandeng beberapa elemen masyarakat di kota Semarang, baik pekerja, pelajar, mahasiswa hingga ibu rumah tangga. Disamping itu juga saat ini telah terbentuk beberapa komunitas turunan dari Bike To Work Semarang yang ikut mendukung program kerja visi dan misi, diantaranya adalah Bike to School yaitu komunitas pelajar bersepeda, Komselis atau Komunitas Sepeda Lipat Semarang, dan yang terakhir Bike To Campus yang merupakan komunitas mahasiswa bersepeda.
From Bike To Work For Bike To Campus


Adalah diawal bulan maret tahun 2010, atas prakarsa ketua Bike To Work Semarang pada waktu itu, mas Tri panggilan akrabnya. Mengundang beberapa mahasiswa yang gemar bersepeda untuk berkumpul dan membicarakan ide pembentukan Bike To Campus Semarang, sebagai bentuk ekspansi B2W ke dunia kampus. Berawal dari pembicaraan dan diskusi singkat beberapa mahasiswa melalui situs jejaring sosial yang sedang booming pada saat itu, facebook. Disepakatilah untuk melakukan pertemuan perdana sekaligus pembentukan pengurus Bike To Campus Semarang pada hari Minggu tanggal 21 Maret 2010 di Taman KB ( depan SMA Negeri 1 Semarang ).
Terkumpulah kurang lebih 8 orang mahasiswa perwakilan masing masing kampus, ditambah dengan perwakilan dari Bike To Work Semarang dan Bike To School Semarang yang memang telah lebih dahulu berdiri. Dalam acara first gathering yang dikoordinasi oleh ketua B2W Semarang, mas Tri, satu persatu calon satria bersepeda ini memperkenalkan diri dan pada akhirnya terbentuklah susunan pengurus pertama dari komunitas ini. Pembentukan komunitas ini juga tidak terlepas berkat dorongan dari rekan – rekan Bike To Campus Indonesia di Jakarta yang juga telah berdiri terlebih dahulu.
Berikut susunan kepengurusan perdana Bike to Campus Semarang ( 2010/2011 ) :
Ketua
Waruto Ono ( Universitas Negeri Semarang )
Sekeretaris
Hanif ( Universitas Diponegoro )
Bendahara
Ade Rafiansyah ( Universitas Islam Sultan Agung )
Koordinator PIKA
Aak Wawan
Koordinator Universitas Diponegoro
Fajar Muhammad Fikri Sartiyono
Koordinator Universitas Semarang
Anjar
Koordinator Universitas Dian Nuswantoro
Yanuar Arief
Koordinator Universitas Soegijopranoto
Kristoporus Primeloka
*klik pada nama untuk melihat profile


Dengan terbentuknya komunitas mahasiswa bersepeda ini, diharapkan dapat mewadahi semua mahasiswa kota Semarang yang gemar menggunakan sepeda terutama ke kampus. Dengan begitu mahasiswa telah mengambil peranan dalam upaya pelestarian lingkungan dan kampanye hidup sehat. Dengan menjunjung tinggi intelektualitas sebagai kaum terpelajar, semoga Bike to Campus Semarang tetap eksis dan berhasil menginspirasi setiap orang untuk memulai hidup sehat dan menjamin kelestarian lingkungan untuk masa depan yang lebih cerah. Semakin banyak pesepeda, maka semakin sehat lingkungan, raga dan jiwa kita untuk bersama membangun kemakmuran bangsa. (ade)